Puncak dari pengalaman horor ini terjadi di Pos 3. Saat rombongan sedang beristirahat, Mimin melihat sekilas sosok wanita berbaju putih dengan rambut panjang dan wajah hancur berdiri di bawah pohon. Wanita itu menatap langsung ke arah Mimin dan menyapanya. Berdasarkan cerita pendaki lain dan cerita yang Mimin baca, sosok wanita ini memang sering menampakkan diri di Pos 3 jalur Bambangan.
Petualangan di 'negeri di atas awan' seringkali menyimpan misteri yang tak terduga. Di balik keindahan alam yang memukau, gunung-gunung Indonesia juga dikenal sebagai tempat bersemayamnya makhluk-makhluk tak kasat mata. Kisah nyata dari seorang pendaki, sebut saja Mimin, saat menaklukkan Gunung Slamet (3.428 mdpl) via jalur Bambangan pada Juli 2017 ini adalah buktinya. Pengalaman yang awalnya terasa ngeri di basecamp, ternyata hanyalah permulaan dari serangkaian kejadian horor.
Teror Lanjutan Pasca Pos 3: Gangguan pada Ketua Rombongan
Setelah beristirahat sejenak di Pos 3, rombongan Mimin melanjutkan pendakian. Namun, suasana kembali menegang. Di atas Pos 2, ketua rombongan tiba-tiba mengalami mual parah, bukan karena masuk angin, melainkan merasakan adanya makhluk tak kasat mata yang mencoba menempel atau bahkan merasuki tubuhnya. Mimin yang ikut bingung dengan kejadian berulang ini, menyadari bahwa mereka harus lebih sering beristirahat untuk memulihkan kesadaran ketua rombongan agar tidak sampai kesurupan. Bisikan 'sing ati-ati' (harus hati-hati) yang didengar Mimin semakin menegaskan bahwa bahaya mengintai. Karena situasi genting ini, rombongan belakang pun mau tak mau harus terus merapat dan berjalan bersama hingga mencapai camp site di Pos 5.
Menjelang Pos 4: Sanding Kala dan Penampakan Raksasa
Perjalanan dilanjutkan, namun rombongan kembali berhenti sejenak sebelum Pos 4. Waktu sudah "sanding kala", istilah yang digunakan nenek Mimin untuk waktu nanggung menjelang Maghrib, di mana sebaiknya tidak melakukan aktivitas berat. Setelah Maghrib berlalu, perjalanan kembali dilanjutkan dengan formasi Mimin, Ketua, dan Rudy di depan.
Dalam perjalanan di sekitar Pos 4 (Mimin lupa apakah sebelum atau sesudahnya), Mimin tanpa sengaja berceletuk tentang adanya penunggu puncak yang berbadan besar, tinggi, sedang tiduran santai menutupi lubang kawah utama. Beberapa saat kemudian, sosok raksasa setinggi sekitar 100 meter muncul dan menatap tajam ke arah Mimin! Meski sempat kaget, Mimin segera menguasai diri karena ia sudah terbiasa dengan penampakan semacam ini.
Penjaga Gaib Pos 4 dan Keramaian di Pos 5
Perjalanan Mimin masih terus berlanjut. Saat tiba di Pos 4, ia melihat sesosok kakek-kakek penunggu sedang tiduran menghadap jalur pendakian. Mimin sempat menyapanya sebagai bentuk hormat, meskipun dari alam yang berbeda. Lucunya, saat perjalanan turun, Mimin tidak sengaja melewati 'simbah' tersebut tanpa permisi. Sang kakek gaib pun menegurnya dengan bahasa Jawa: "ora sopan liwat ngarepe wong tua ora nuwun sewu," yang berarti tidak sopan melewati orang tua tanpa permisi. Mimin segera meminta maaf dan merasa tidak enak hati.
Akhirnya, rombongan tiba di Pos 5, area camping atau camp site. Anehnya, menurut Mimin, tempat itu terasa sangat ramai seperti pasar, namun bukan oleh manusia. Keramaian gaib ini membuat suasana di Pos 5 terasa lebih hidup dibanding area sebelumnya.
Summit Attack Sendirian dan Pertemuan di Puncak
Pagi harinya, Mimin memulai summit attack sendirian, berbeda dengan teman-teman rombongannya yang berangkat lebih awal atau lebih siang. Di sepanjang jalur menuju puncak, Mimin merasakan banyak sekali "makhluk" yang seolah ingin menemaninya. Anehnya, saat summit attack itu sendiri, tidak ada kejadian ganjil yang berarti. Barulah setelah tiba di puncak kawah, Mimin kembali bertemu dengan sosok raksasa yang sempat ia sebutkan sebelumnya. Mereka sempat berbincang banyak hal, namun Mimin tidak mengingat detailnya.
Kilasan Pengalaman Sepulang dari Puncak
Setelah turun dari puncak, beberapa kejadian aneh masih membayangi. Mimin kembali bertemu sosok wanita di Pos 3, ditegur oleh kakek penunggu di Pos 4, dan melewati keramaian gaib di Pos 5. Di momen pendakian lain, Mimin juga pernah kaget saat memasang hammock dan tiba-tiba sosok "gerandong" muncul di depannya lalu menghilang. Bahkan, sosok yang ia temui di gerbang pendakian saat tiba di basecamp, masih ada di sana saat ia pulang.
Pesan dari Mimin: Hormati Alam dan Penghuninya
Kisah-kisah nyata ini mungkin sulit dipercaya bagi sebagian orang, namun bagi mereka yang sering berinteraksi dengan alam, pengalaman semacam ini bukanlah hal baru. Mimin ingin berbagi pengalaman ini sebagai pengingat bahwa kita tidak sendirian di dunia ini. Ada makhluk lain yang mendiami bumi dan alam lain.
Pesan Mimin sangat jelas: "Jagalalah bumi kita seperti kita menjaga diri kita sendiri, karena mereka bangsa jin juga memiliki tempat tinggal selayaknya manusia. Hargai juga mereka, hormati mereka tapi jangan sembah mereka dan ingat ya untuk selalu bawa turun sampahmmu selama pendakian." Kisah ini adalah pengalaman pribadi Mimin, bukan dibuat-buat atau untuk menakut-nakuti, melainkan untuk berbagi pengalaman dan pelajaran tentang menghormati alam serta kehidupan tak kasat mata di dalamnya.