Hal-hal Kecil Ini Bisa Membuatmu Menjadi Pendaki Peduli Lingkungan

21:50 Agun Adventure
Kampanye peduli lingkungan saat ini sedang marak diangkat termasuk di instagram arei. Menjamurnya pendaki gunung beriringan dengan kenaikan volume sampah di gunung, dimana hal ini tentu membuat Areingers prihatin. Ya, kegiatan mendaki gunung maupun kegiatan outdoor lainya sejatinya tidak hanya kepuasan batin manusia saja, namun juga bagaimana manusia berbaur dengan alam. Dalam arti lain, menjaga alam tetap apa adanya berarti turut menjaga kelestarian.

Alam yang lestari juga berarti Areingers memberikan peninggalan pada anak cucu kelak bisa menikmati keindahan yang sama. Tentu tidak mudah mengurus dan mengharuskan banyak orang untuk berperilaku wajar terhadap alam, namun Areingers tentu bisa mulai dari diri sendiri ketika mendaki gunung. Tentu saja sikap ini tidak bisa dinilai dari berapa banyak Arei Outdoor Gear yang Areingers miliki, namun dari hal-hal kecil yang secara sadar dilakukan ketika mendaki. Berikut ini hal-hal kecil yang bisa dibiasakan untuk menjadi pendaki yang peduli lingkungan :

Mengumpulkan dan Membawa Turun Sampah Sendiri

Sampah menjadi salah satu masalah yang semakin hari semakin menumpuk di gunung. Tidak semua jenis sampah bisa diuraikan oleh alam. Sampah-sampah yang sering ditinggalkan oleh para pendaki adalah sampah plastik baik dari kemasan makanan, kemasan minuman, maupun kantong plastik. Areingers tentu bisa membiasakan untuk mengumpulkan sampah yang dibawa, lalu dibuang ke tempat yang sudah disediakan. Hal yang sepertinya mudah ini sering diabaikan oleh para pendaki karena menganggap bahwa sampah adalah beban karena telah banyak membawa Peralatan Outdoor.


Tidak Mandi di Gunung

Sebenarnya mandi di gunung sah-sah saja, namun tidak mempergunakan shampo, sabun, dan pasta gigi. Kenapa? Pertama zat-zat yang ada di dalam benda-benda tersebut berpotensi merusak mikroba di dalam tanah. Kedua, zat-zat tersebut merupakan zat yang bisa mencemari air di sana, terlebih bila aliran sumber air yang ada digunakan untuk kebutuhan konsumsi warga yang ada di kaki gunung. Para pendaki lawas di jogjakarta dan daerah lain lebih memilih untuk menunda mandi 1-2 hari saat travelling di gunung,  atau bila terpaksa mempergunakan tissue basah untuk membersihkan diri.

Tidak Membuat Api Unggun

Api unggun memang identik dengan kegiatan outdoor. Namun perlu diperhatikan bahwa pembuatan api unggun memiliki aturan-aturan yang harus dipahami terkait dengan lokasi, cara, dan penanganan. Bila Areingers belum memahami penuh teknik dasar api unggun, lebih baik untuk tidak membuat api unggun yang bisa dilihat di instagram arei. Banyak kejadian yang disebabkan oleh sisa perapian yang ditinggal begitu saja dan mengakibatkan kebakaran hutan.

Tidak Memetik atau Mengambil Apa Yang Ditemui di Gunung

DI jalur-jalur adventure di gunung manapun, Areingers tentu sering menemui tumbuh-tumbuhan eksotis maupun tanaman buah. Namun perlu diperhatikan bahwa tanaman-tanaman tersebut bisa jadi merupakan sumber makanan bagi satwa yang ada di sana. Jika kondisi terpaksa seperti sedang dalam kondisi tersesat atau kehabisan bahan makanan, mengambil apa yang ada di alam masih dihalalkan.

Pendakian Gunung lawu via cemoro kandang, menuju puncak hargo dumilah part 2

10:00 Agun Adventure
Sebelum kalian membaca part 2 silahkan baca dulu part 1 nya  ya biar lebih paham...

Klik-> Pendakian Gunung lawu via cemoro kandang, menuju puncak hargo dumilah

oke lanjut setorinya.........

Pagi hari setelah beristirahat perjalanan pun dilanjutkan dari pos 4 gunung lawu. Sepanjang perjalanan sudah sangat jarang ditemui adanya tanjakan karena di gunung lawu ini terutama bagian atas itu sangat luas melebihi luasnya sabana gunung prau. Waktu itu perjalanan dari pos 4 gunung lawu dimulai dari jam 7 pagi setelah sarapan pagi di warung.



Sepanjang perjalanan kamu juga bakal banyak menemui tanaman edelweis dan juga cantigi yang menjadi ikon dari hampir semua gunung di indonesia dengan ketinggian lebih dari 2500 meter. Nah di pertengahan jalan ini kamu juga bakal menemui persimpangan jalan, salah satunya menuju ke daerah hutan yang tidak boleh dilewati sembarang orang dan juga ada area sabana untuk menuju puncak terjauh gunung lawu, maap ya mimin lupa nama puncaknya hehehe.

Nah sebelum sampai puncak kamu bakal menemui tanda pos 5, yang ke kanan menuju puncak hargo dumilah dan yang lurus menuju jalur cemoro sewu. Dari tanda pos 5 ini kamu tinggal jalan sedikit lagi untuk sampai puncak, mungkin sekitar setengah jam.
View setelah pos 4


Sesampainya di puncak kamu akan mendapati area yang lumayan lapang dan ada tugu puncak yang lumayan besar. dari puncak ini kamu juga bisa melihat beberapa puncak lain, diarah tenggara kmau juga bisa melihat telaga sarangan. Waktu itu mimin sendiri sempat bertemu rekan juga keluarga sendiri dari kemang yang waktu itu mereka nanjak beramai-ramai, sempat berasa nostalgia ketika bertemu keluarga jauh "flashback jauh ke tahun 2014" waktu ada event prau smart race huhuhu.
Pos 5 jalur Cemoro Kandang

Setelah dari puncak dan sempat berfoto ria sebagai kenangan, klien mimin kemudian meminta berjalan dulu menuruni puncak berdua, dan baru selang 15 menit kemudian mimin menyusul. saat tiba di persimpangan pos 5 sempat ada yang bilang ke mimin kalau rekan mimin sudah di pos 4 dan sudah selesai packing, waktu mimin berfikir bahwa 2 orang ini juga sudah sampai pos 4 dan sedang menunggu. walhasil mimin langsung berlari buat mengejar rombongan, sesampainya di pos 4 ini mimin langsung kaget dan panik karena di pos 4 cuma rekan yang sedang menunggu.


Nah setelah sempat ngobrol sebentar akhirnya memutuskan untuk kembali menuju puncak karena 2 orang tadi belum sampai di pos 4. Sempat teringat akan kasus hilangnya pendaki di gunung lawu awal januari 2019 lalu, mimin sempat khawatir bakal terjadi lagi kasus yang sama. Sambil berlari akhirnya hampir sejam kemudian mimin sudah ada di puncak lagi mengecek keadaan mencari 2 orang ini, dengan bertanya kepada banyak pendaki akhirnya mimin mendapatkan info bahwa mereka berdua sudah turun lewat jalur cemoro sewu.

Mimin memutuskan buat menyusul mereka ke jalur cemoro sewu barangkali belum jauh, namun pas di area warung mbok yem dekat dengan puncak mereka sudah tidak ada. dan akhirnya mimin memastikan sekali lagi dengan bertanya ke pendaki lain kalau mereka sudah benar menuruni jalur cemoro sewu. Saat mimin mau kembali ke pos 4 cemoro kandang sempat juga menitipkan ke pesan ke ranger setempat "jika bertemu 2 turis ini langsung turun saja karena sudah terlalu jauh jika harus naik lagi, dan bakal memakan waktu lebih lama".
Namanya "ndang a.k.a abah metal"

Akhirnya mimin kembali ke area camp semula, walaupun masih dengan perasaan was-was takut mereka kenapa-napa. Saat sampai di pos 4 ini mimin cuma beristirahat sebentar kemudian packing dan berlajut turun karena takut mereka sampai duluan di basecamp cemoro sewu. Waktu itu perjalanan turun hanya memakan waktu 3 sampai 4 jam dengan setengah berlari dan jeda istirahat yang tidak terlalu lama.

Setibanya di basecamp mimin sempat laporan ke pihak basecamp karena ditakutkan ada hal aneh terjadi, jujur waktu itu mimin sempat dimarahi dan ditegasi sama petugas jaga yang dikiranya mimin ngga ngasi tau ke mereka arah yang benar dan lain-lain. Padahal semuanya mimin jelaskan tiap kali lewat pos, persimpangan jalan, dan lain-lain.

Setelah beristirahat sejenak akhirnya mimin menuju basecamp cemoror sewu yang jaraknya hanya beberapa ratus meter dari basecamp cemoro kandang. Nah sampai akhirnya salah satu dari mereka menghubungi dan ternyata sudah menunggu di basecamp cemoro kandang. Lega hati ini tau kalau mereka berdua aman tanpa ada yang kurang satupun. Sempat ngobrol sebentar sebelum akhirnya berlanjut bersih-bersih dan melanjutkan perjalanan kembali menuju kota semarang.

Demikian cerita singkat tentang pendakian gunung lawu,mungkin ceritanya terlalu padat dan membuat kalian bingung untuk membaca dan memahaminya. but this is me, its my style hahaha

Akhir kata, terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membacanya dan sampai jumpa di artikel selanjutnya and gastruusss.............
Plat di puncak gunung lawu

Pendakian Gunung lawu via cemoro kandang, menuju puncak hargo dumilah

14:28 Agun Adventure
Hai hai semua para netijen yang budiman, setelah sekian lama mimin ngga membuat cerita pendakian gunung akhirnya kembali lagi dengan apa adanya hehew, mungkin tulisan ini bakal sedikit panjang karena ada momen yang sebetulnya bikin emosi jadi nanti bakal ada part 2 nya ya hehe. baik langsung saja mari disimak yaww para netijen yang budiman hehehe
Pendakian Gunung lawu via cemoro kandang
View pagi di area Gupak menjangan

Sudah banyak para pendaki yang menapaki puncaknya dan yang mengenal gunung lawu karena cerita  mistisnya dan juga karena adanya warung tertinggi di pulau jawa yang hanya berjarak bebera ratus meter dari puncak utama. namun itu semua hanyalah sedikit cerita dari banyaknya hal yang ada di gunung lawu.

Awal mula pendakian

Beberapa waktu lalu (tanggal 19-20 april 2019) mendapatkan pesanan paket pendakian gunung lawu dari turis singapura, mereka sempat bingung menentukan destinasi antara gunung slamet, gunung sindoro, atau gunung sumbing karena dengan beberapa pertimbangan (seperti tiket pesawat yang mahal, dll) akhirnya setelah berdiskusi selama beberapa waktu akhirnya sepakat untuk mengambil paket pendakian gunung lawu. Waktu itu mimin sendiri masih awam dengan jalur pendakian gunung lawu karena kemarin itu adalah pertama kalinya mimin ke gunung lawu hahaha, akhirnya mimin mengajak seorang teman dari dieng Namanya ndang biasa dipanggil abah metal untuk menemani mimin mendaki gunung lawu Bersama dua turis ini.

Singkat cerita mimin waktu itu berangkat dari rumah (dieng) sekitar jam 5 subuh Bersama ndang dan paman mimin sendiri (driver) Namanya pak sugi, perjalanan menuju kota semarang sendiri memakan waktu kurang lebih sekitar 4-5 jam dengan memakai mobil (waktu itu si turis meminta penjemputan dari kota semarang), setelah sampai di kota semarang kami sempatkan untuk beristirahat sekedar sharing dan memantapkan apa saja perlengkapan dan perbekalan yang harus dibawa.

Baru sekitar jam 12 siang akhirnya si turis tiba di bandara ahmad yani semarang dan setelah itu langsung menuju ke mobil biar bisa langsung berangkat ke basecamp cemoro kandang, nah perjalanan menuju ke cemoro kandang sendiri memakan waktu sekitar 3 jam dengan melewati jalan tol semarang-karanganyar. Setelah tiba di basecamp sekitar pukul 4 waktu setempat kami segera bergegas menyiapkan perlengkapan tak lupa juga logistik selama pendakian, Baru pada pukul 5 sore waktu setempat kami pun berangkat menuju campsite di pos 4.

Baca juga:


Pendakian waktu itu memakan waktu kurang lebih 7 jam untuk bisa sampai di pos 4 dengan melalui hutan Kawasan gunung lawu. Dari basecamp menuju pos 1 memakan waktu sekitar 2 jam dengan melewati area hutan pinus, nah setibanya di pos 1 ini terdapat sebuah shelter untuk sekedar beristirahat jikalau hujan, setelah berjalan beberapa saat dari pos 1 terdapat sebuah persimpangan jalan yang sebelah kanan menuju area curug dan kiri jalur menuju puncak.
 
Tanda pos 1


Shelter/gubug di pos 1

Persimpangan arah ke curug
Curug di gunung lawu

Dari pos 1 ke pos 2 jalurnya masih sama melewati Kawasan hutan, perlu diketahui disini area diantara pos 1 pos 2 terdapat sebuauh kawah yang bernama kawah candradimuka, hal ini dapat diketahui dari aroma sulfur/belerang yang bias tercium jika arah angin kearah barat. Di pos 2 ini juga terdapat shelter untuk beristirahat, tepatnya ada 2 shelter (satu bangunan lama dan satunya lagi masih baru).
 
Tanda Pos 2

Shelter baru di pos 2

Shelter lama pos 2

Pendakian pun masih berlanjut dengan menyusuri Kawasan hutan, namun dari pos 2 menuju pos 3 jalannya sendiri sudah mulai dibuat zig-zag sekedar untuk meringankan proses pendakian, karena jika jalan langsung dibuat menanjak maka akan sedikit memberatkan langkah kaki karena untuk kemiringannya sendiri sudah sekitar 30-45 derajat. Waktu itu mimin sempat bertemu pendaki yang bermalam di pos 2 karena mereka beralasan sudah tidak kuat mendaki lagi. nah sedikit beranjak dari pos 2 nantinya kalian akan menemui pos bayangan yang berada di pertengahan jalan pos 2 pos 3.
 
Shelter Pos bayangan

Campsite pos 3

Sumber mata air di area pos 3

Sesampainya di pos 3 sudah ada beberapa tenda yang berdiri, namun karena terbatasnya area berkemah di pos 3 ini (hanya bisa menampung sekitar 7-8 tenda saja) jadi buat kamu yang terlambat dating hanya mempunyai 2 opsi (terus naik ke pos 4 atau kembali turun ke pos 2 untuk mendirikan tenda). Dari pos 3 kamu juga bisa menemukan sumber mata air tepat di jalur pendakian yang hanya berjarak sekitar 20 meter dari pos 3, perlu diketahui disini bagi para pendaki yang mau mengambil air untuk tidak membuat air kotor dengan tidak meninggalkan sampah dan lain-lain, karena sumber air ini sangat berguna buat para pendaki. 

Lautan awan dari pos 4

Lautan awan dai pos 4
View malam kota karanganyar dari pos 4
Perjalanan pun masih berlanjut menuju ke pos 4 target campsite mimin, nah dari pos 3 ini kalian harus sedikit waspada karena sepanjang jalan ke pos 4 kalian bakal banyak menjumpai area jurang dan Kawasan rawan longsor yang lumayan dalam dan berbahaya. Walaupun dengan jalan yang dibuat zig-zag namun tetap ingat untuk selalu waspada sebelum tiba di pos 4. Dari pos 3 ini juga kalian sudah mulai bisa menjumpai tanaman edelweiss sepanjang jalur menuju pos 4, nah untuk jalur yang akan kalian lewati sendiri sudah mulai berganti dengan bebatuan vulkanik purba yang membuat pendakian semakin susah.
 
Pos 4

Shelter dan warung di pos 4

Campsite pos 4

Sesampainya di pos 4 ini kamu bakal menemukan area yang cukup luas yang bisa menampung sekitar 30-an tenda, dan juga ada warung yang berada di area ini. Jadi kamu sudah tidak usah takut lagi bakal kekurangan logistik, menurut mimin sendiri pemilik warung termasuk cukup ramah kepada semua pendaki karena kadang jika kondisi diluar tidak memungkinkan (hujan, angina kencang, dll) biasanya para pendaki bakal disuruh bermalam di dalam warung.


Mungkin mimin akhiri dulu babak pertama artikel mimin ini, lain waktu bakal mimin sambung kembali karena lumayan panjang jadi takutnya para netijen yang budiman bosan dengan tulisan mimin ini dan juga keseruan dan ketegangan akan mimin sampaikan di artikel berikutnya, okay see ya......

Selengkapnya...
Paket pendakian gunung lawu